Setelah beberapa waktu lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menginstruksikan agar semua kementerian menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) kali ini Kota depok mulai laksanakan penerapan instruksi tersebut.
Tercatat hasil Survei kualitas udara di Kota Depok menduduki ranking pertama kategori tidak sehat versi IQAir, maka untuk mencegah hal itu, Wali Kota (Walkot) Depok M Idris memberikan arahan bahwa ASN akan work from home (WFH) pada bulan September mendatang.
Idris menjelaskan bahwa kualitas udara di Kota Depok dalam kondisi sedang, namun hal itu katanya tentu perlu diwaspadai.
Idris menyebut pihaknya akan segera memberlakukan WFH kepada para ASN. Nantinya ASN akan 30% work from office (WFO) 30% dan 70% WFH.
"Makanya WFH segera harus dilakukan, 30% kerja, 70% di rumah, terus begitu dilakukan. Kecuali dinas-dinas yang memang SDM-nya dibutuhkan secara terus-menerus," ungkapnya.
"(Kualitas udara) sedang ini artinya kalau memang sedang sudah naik ini kewaspadaan kita semuanya. Kita nggak mau bela-bela warga kita sedang, ringan, ekstrem segala macam. Justru, menjadi tantangan buat kita lebih waspada," kata Idris kepada wartawan, Jumat (25/8/2023).
"(WFH) mulai September, sebab baru kemarin turun SE nya dari kementerian dalam negeri," sambungnya.
Idris menyampaikan wacana adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk anak sekolah. Namun hal itu masih menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud).
"Oh iya (PJJ) berarti kalau WFH nanti ada anak-anak bisa saja. Kita lagi menunggu arahan dari Kementerian Pendidikan juga biasanya ada keputusan 3 atau 4 menteri sehingga semuanya serentak bisa sama," jelasnya.
Baca Juga
Editor: F.WTK
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Satuoku.com, Yuk gabung di grup Telegram "1#OKU", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.
Sumber : Detik

