Brigjen Polsan Situmorang: Diklat SPPI Bukan Cetak Militer, Tapi Pemimpin Berintegritas
Kegiatan yang berlangsung selama 45 hari ini bertujuan membentuk calon SPPI yang memiliki karakter disiplin, integritas, jiwa pengabdian
OKU Timur, – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 resmi dibuka dengan diikuti 950 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama 45 hari ini bertujuan membentuk calon SPPI yang memiliki karakter disiplin, integritas, jiwa pengabdian, serta komitmen kuat untuk melayani masyarakat dan negara melalui penguatan koperasi di tingkat desa, kelurahan, dan kampung nelayan.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Brigjen TNI Polsan Situmorang, S.E., M.K.P., M.Phil. menegaskan bahwa pelatihan yang diberikan bukanlah pendidikan untuk mencetak personel militer, melainkan membangun karakter dan kepemimpinan para peserta agar siap menjadi penggerak pembangunan di tengah masyarakat.
"Perlu saya jelaskan, kegiatan ini bukan untuk membentuk mereka menjadi militer. Yang kami bentuk adalah karakter calon SPPI agar menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat berbakti, serta siap mengabdi kepada masyarakat dan negara," tegas Brigjen TNI Polsan Situmorang.
Menurutnya, pembinaan kedisiplinan yang diberikan selama pelatihan merupakan bagian dari upaya membentuk mental yang tangguh, tanggung jawab, serta etos kerja yang tinggi. Karakter tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi para peserta saat menjalankan tugas di lapangan nantinya.
Selain pembentukan karakter, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen dan tata kelola koperasi. Hal ini dilakukan agar para calon SPPI memiliki kemampuan yang memadai dalam mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah penugasannya masing-masing.
"Selain pembinaan karakter dan kedisiplinan, peserta juga dibekali pengetahuan manajerial perkoperasian. Ke depan akan ada pelatihan khusus yang semakin memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola dan mengembangkan koperasi untuk kepentingan masyarakat," jelasnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 950 orang se-Sumatera Selatan, program SPPI diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas, kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang tinggi.
Melalui pelatihan ini, para peserta dipersiapkan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan sekaligus mitra masyarakat dalam memperkuat kelembagaan koperasi sebagai salah satu pilar utama peningkatan kesejahteraan di desa, kelurahan, dan kampung nelayan.
"Bukan dicetak menjadi militer, tetapi dibentuk menjadi pemimpin yang disiplin, berintegritas, dan siap mengabdi untuk masyarakat serta negara." Kalimat itulah yang menjadi pesan utama dalam pembukaan Diklat SPPI Koperasi Merah Putih Tahun 2026 di Sumatera Selatan. (®)
Baca Juga
Editor: Redaksi
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Satuoku.com, Yuk gabung di grup Telegram "1#OKU", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.

